Bayi Susah Makan

Bayi Susah Makan

Menghadapi bayi susah makan biasanya menjadi masalah yang mengkhawatirkan bagi semua orang tua. Karena bayi sangat membutuhkan asupan makanan dala proses tumbuh kembangnya, terutama ketika usianya memasuki usia 6 bulan. Berikut adalah penyebab bayi susah maka.

Beberapa penyebab bayi susah makan

  1. Tumbuh gigi

Tumbuh gigi merupakan salah satu penyebab bayi susah makan. Para orang tua bisa memeriksa apabila ada gigi baru  biasanya  bayi akan rewel dan gelisah dan menolak makanan. Hal ini dikarenakan ia merasakan nyeri dan sakit.

  1. Sariawan

Pemicu lain bayi susah makan alah bayi mengalami sariawan. Tanda yang terlihat yaitu adanya bulatan-bulatan putih agak pink di sekitar gusi. Warna pada gusinya juga menjadi lebih merah. Kondisi ini membuat bayi jadi gelisah karena merasakan kesakitan di bagian mulutnya. Bahkan untuk mengecap makanan pun juga perih. Umumnya hal ini disebabkan bayi kurang memperoleh asupan makanan bervitamin

  1. Beradaptasi dengan makanan baru

Beberapa bayi akan mengalami kesulitan makan ketika usianya mencapai sekitar 6 bulan. Karena  bayi sudah terbiasa dengan ASI. Maka, saat anda memperkenalkan jenis makanan baru (seperti bubur, pisang atau lainnya) lidah bayi agak terkejut. Tapi anda tidak perlu khawatir, sebab kondisi tersebut tidak akan berlangsung lama. Setelah terbiasa bayi  akan menjadi senang dan semakin ketagihan dengan makanan selain ASI.

  1. Menu makanan kurang kreatif

Alasan lain bayi susah makan mungkin disebabkan karena menunya yang kurang menarik. Ada baiknya anda mencoba memasak menu makan yang bervariasai baik dari segi rasa dan penampilannya.

  1. Sakit

Biasanya seorang bayi yang mengalami flu, pilek, demam ataupun penyakit lainnya cenderung tidak nafsu makan. Yang perlu anda lakukan yaitu segera membawanya ke dokter untuk diperiksa. Selain itu, berikanlah asupan ASI yang cukup kepada bayi. sehingga kondisinya bisa cepat pulih kembali.

  1. Menderita gangguan lambung (Refluks gastroesofagus)

Refluks gastroesofagus (RGE) bukanlah kondisi yang berbahaya bagi seorang bayi. tapi jika terjadi secara berulang-ulang dalam kurun waktu cukup lama dapat membuat bayi  tidak nafsu makan. RGE merupakan kondisi dimana zat asam yang ada di dalam lambung naik kembali menuju esofagus sehingga menyebabkan bayi mengalami gumoh.

RGE dapat menjadi gangguan serius dimana bayi juga mengalami gejala-gejala lain, seperti gumoh berlebihan hingga muntah, rewel, demam hingga berat badan turun drastis. Jika hal ini sampai terjadi kemungkinan telah terjadi peradangan dan iritasi pada dinding esofagus. Untuk meminimalisir risiko RGE dengan cara tidak langsung menidurkan bayi setelah memberikan bayi makan. Agar makanan bisa dicerna secara sempurna biarkan posisi badannya berada dalam posisi tegak untuk beberapa menit.

  1. Merasa kenyang

Bagi orang tua yang memiliki bayi yang sudah bisa diberi makanan pendamping ASI, sebaiknya memperhatikan rentan waktu dalam memberikan makanan pada si bayi. Tanpa disadari biasanya para orang tua memberikan makanan padahal si bayi baru saja mengkonsumsi ASI. Hal ini dapat membuat bayi menolak makanan yang ditawarkan karena sudah merasa kenyang

  1. Kelelahan dan mengantuk

Setelah menjalani berbagai macam aktivitas seharian, misalnya ia berjalan atau merangkak kesana-kemari atau habis diajak beraktivitas diluar rumah maka biasanya bayi akan merasa kelelahan. Disaat lelah begini bayi cenderung ingin beristirahat. Maka nafsu makannya pun akan menurun. Jadi sebaiknya anda jangan memaksa untuk memberikan makan, sebab itu sama saja dengan bunda menganggu waktu tidurnya

  1. Keseringan mengemil

Seorang anak kecil memang membutuhkan asupan makanan yang banyak untuk proses pertumbuhannya. Biasanya para orang tua memberikan cemilan untuk bayi seperti biskuit. Tujuannya supaya perut anak terisi di antara waktu makannya. Tapi apabila anda memberikan cemilan yang berlebihan, tentu secara langsung bayi akan merasa kenyang. Sehingga akan membuat si bayi menjadi menolak makanan yang diberikan.

  1. Efek pemberian vaksinasi (imunisasi)

Biasanya seorang bayi disarankan agar memperoleh vaksin dengan tujuannya supaya sistem imunnya lebih kuat. Tapi selain itu anda juga wajib tahu bahwa pemberian vaksinasi atau imunisasi juga mempunyai efek samping. Biasanya bayi akan mengalami demam sementara, rewel dan tidak nafsu makan. Kondisi ini sangat normal dan tidak bersifat permanen.

Jika demam yang dialami bayi tidak kunjung sembuh sembuh ada baiknya anda membawa si bayi kedokter untuk diperiksa leih lanjut.

  1. Ingin mencari perhatian

Tidak hanya orang dewasa saja yang membutuhkan perhatian. Nyatanya seorang bayi pun terkadang suka mencari-cari perhatian dari orang tuanya. Biasanya hal ini sering terlihat ketika usia bayi mulai memasuki umur 1 tahun. Ia akan menolak makanan tanpa sebab karena hanya ingin diperhatikan dan dimanja.

Kadang-kadang si anak berusaha berlarian saat orang tua nya menyuapi, karena ia ingin menggoda orang tuanya. Untuk mengatasi kondisi ini kuncinya Cuma ada satu yaitu kesabaran. Anda turuti saja kemauannya dengan sabar, maka dengan sendirinya ia menuruti kemauan anda.

Tips dan Trik Untuk Menghadapi Bayi Susah Makan

Kesulitan atau anak susah makan tentu membuat anda khawatir dan sedih. Apalagi mendapatkan asupan gizi dari makanan itu sangat diperlukan oleh tubuh sang bayi yang sedang mengalami pertumbuhan. Untuk mengatasi bayi  bayi susah makan ada beberapa tips dan trik yang dapat anda lakukan antara lain :

  1. berusahalah mencari tahu penyebab dan alasan mengapa bayi menjadi susah makan. Dengan mengetahui penyebabnya dan alasanya maka solusi pun akan mudah didapatkan.
  2. Anda perlu banyak bersabar, jangan sampai anda marah-marah apalagi sampai membentak si bayi cuma karena bayi menolak untuk makan. Perilaku tersebut hanya akan membuat bayi semakin ketakutan dan menjauh dari anda.
  3. Jangan menyerah untuk membujuk bayi agar mau makan. Teruslah membujuk si bayi untuk makan dapat juga dengan cara menyodorkan mainan kesukaan si bayi untuk memancing si bayi membuka mulut agar mudah disuapi.
  4. Coba gendong bayi dan ajak ia berjalan-jalan diluar sambil anda menyuapi makanan.
  5. Apabila sedang berada dalam rumah, anda bisa menghidupkan televisi sambil menyuapi makanan agar bayi terhibur.
  6. Perkenalkan makanan MPASI (makanan pendampin ASI ) secara pelan-pelan. Apabila bayi mulai terbiasa dan mulai menyukainya, maka anda dapat meningkatkan porsinya.
  7. Buatlah masakan yang kreatif baik dari segi rasa dan penampilan agar si bayi tidak bosan. Tidak hanya masakan yang kreatif pastikan juga makanan yang disajikan memiliki nutris yang cukup buat si bayi.
  8. Tidak mesti memberikan porsi yang banyak, bisa juga dengan porsi yang sedikit tapi dengan rentan waktu yang pendek.
  9. Karena bayi perlu waktu untuk menguyanh makanan, sebaiknya anda bersabar untuk menunggu si bayi selesai mengunyah makan seblum disuapi makanan lagi.
  10. Berikan juga makanan penambah selera atau nafsu makannya, seperti buah jeruk, pisang, stroberi dan papaya.
  11. Atur juga pola makan dengan baik dan teratur buat si bayi
  12. Menggunakan dan mengkonsumsi gizidat secara rutin yang dapat memaksimalkan tumbuh kembang anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *