Berat Badan Anak Ideal

Berat Badan Anak Ideal

Anggapan bahwa anak gemuk dan memiliki berat badan yang lebih tinggi daripada anak seusianya tentu salah besar. Selama ini, orang tua berlomba-lomba memberikan anak mereka makanan sehat sampai memaksa anak agar anak tersebut gemuk, terutama pada usia balita. Padahal anak-anak memiliki ukuran berat badan anak ideal, dimana berat tersebutlah yang seharusnya dicapai anak-anak.

Kesalahan paling besar yang dilakukan oleh orang tua terkait stereotype anak gemuk merupakan anak sehat adalah orang tua  memaksa anak mengkonsumsi suplemen kimia. Terkadang banyak suplemen anak yang mengklaim menggunakan bahan alami, padahal sebenarnya merupakan bahan kimia yang dapat merusak tubuh anak. Bahan kimia tersebut bereaksikeras terhadap tubuh anak yang masih rentan.

3 Faktor Penyebab Utama Anak Gendut Dan Tidak Termasuk Berat Badan Anak Ideal

Sebelum mengetahui berat badan ideal yang harusnya dicapai oleh anak-anak, sebaiknya harus diketahui juga penyebab atau faktor kenapa anak atau bayi memiliki bobot tubuh lebih dari usianya. Agar nantinya orang tua juga tidak salah dalam memberikan anak asupan gizi harian. Selain itu, orang tua yang memiliki anak dengan tubuh ideal juga tidak merasa anaknya kekurangan gizi.

  1. Faktor genetika

Faktor genetika ini merupakan faktor yang memengaruhi masalah berat badan anak sebesar 10% – 30 % persen saja. artinya faktor ini sebenarnya tidak terlalu banyak berpengaruh, tetapi patut di waspadai. Biasanya juga dari faktor genetika, anak gemuk atau anak obesitas akan sangat sulit memiliki berat badan ideal karena gen yang terus ada dalam setiap sel anak sehingga  terus tumbuh sampai dewasa.

Faktor genetika

Agar anak obesitas yang memiliki faktor genetika dari orang tua dapat memiliki tubuh ideal, diperlukan usaha khusus dimana anak harus benar-benar di kontrol saat masa pertumbuhannya. Terutama ketika mereka sudah masuk masa sekolah dimana mereka dengan mudah mendapatkan makanan di sekolah atau di luar rumah yang mana makanan tersebut tidak sehat dan berpengaruh pada ukuran tubuh anak.

  1. Faktor perilaku

Faktor perilaku juga merupakan faktor yang memengaruhi berat badan anak. Anak yang diasuh oleh orang tua yang sibuk dan tidak memperhatikan pertumbuhan anak akan memiliki 2 potensi yaitu jika tidak overweight (obesitas) maka akan mengalami wasting (kurus). Meski sebenarnya faktor ini juga menyumbang tidak terlalu banyak pada anak yang menderita obesitas, namun faktor ini cukup penting.

Faktor perilaku

Perilaku pola asuh orang tua yang ingin instan terutama untuk pola pemberian asupan. Pemberian susu formula dan kurangnya asupan ASI eksklusif dikarenakan orang tua selalu ingin instan kepada dan alasan lain terkait pemberian ASI menjadi faktor obesitas pada anak. Susu formula komersial yang di perjual belikan mengandung banyak lemak dan gula yang menyebbakan obesitas pada anak.

  1. Faktor lingkungan

Faktor lingkungan berpengaruh sampai 70% dari kasus obesitas pada anak. Faktor ini sama benarnya dengan faktor perilaku. Akan tetapi bedanya, faktor lingkungan memengaruhi secara tidak langsung dan dapat bertahan dalam jangka panjang, sedangkan faktor perilaku berpengaruh langsung dan dapat dicegah dengan cepat. Artinya kebiasaan dari perilaku lebih mudah diatasi daripada faktor lingkungan.

Faktor lingkungan

Penelitian menyatakan bahwa, faktor lingkunga berupa perkembangan teknologi sangat berkontribusi pada tingkat obesitas manusia, tidak hanya pada orang dewasa, tetapi pada anak-anak juga. Teknologi yang berkembang saat ini mengarahkan manusia untuk hidup serba instan dengan bantuan mesin yang menyebabkan aktivitas fisik berkurang, mengkonsumsi makanan instan dan kurangnya sayur dan buah.

Berat Badan Anak Ideal Yang Dianjurkan

Perbedaan berat badan anak tentu akan lebih jelas tampak daripada perbedaan berat badan pada orang tua. Jika dibandingkan 2 anak yang memiliki perbedaan berat badan hanya 1 kg, maka kedua anak secara fisik tentu dapat dengan mudah diidentifikasi mana anak yang lebih berat dan mana anak yang lebih ringan. Hal tersebut karena tinggi tubuh anak yang membuat perbedaan berat sangat jelas.

  • Usia 1 tahun, berat tubuh ideal anak usia 1 tahun adalah 8 – 11 kg dengan tinggi badan60 – 80 cm.
  • Usia 2 tahun, berat tubuh ideal anak usia 2 tahun adalah 10 – 12,5 kg dengan tinggi badan 70 – 90 cm.
  • Usia 3 tahun, berat tubuh ideal anak usia 3 tahun adalah 11.5 – 14.5 kg dengan tinggi badan 78 – 96 cm.

Tabel berat badan anak yang dianjurkan diatas merupakan berat badan rata-rata dan tinggi rata-rata anak pada usia diatas. Untuk ketentuan berat badan dan tinggi anak yang lebih detail dapat ditanyakan pada petugas instansi kesehatan atau pada posyandu. Posyandu juga penting untuk terus dilakukan tidak hanya untuk mencegah anak dari virus, tetapi juga dapat mengontrol berat badan anak.

Langkah Yang Harus Dilakukan Orang Tua Agar Anak Memiliki Berat Badan Yang Ideal

  1. Pemberian ASI Ekslkusif selama 2 tahun

ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi. Selain sebagai makanan pokok bayi yang baru lahir, ASI juga sebagai antibiotik yang dapat meningkatkan sistem imun bayi sehingga bayi akan rentan terkena penyakit sampai dewasa. Perbedaan fisik dan tingkat pertumbuhan bayi yang sejak kecil di beri susu formula dengan bayi yang diberi ASI eksklusif tentu berbeda dan dapat terlihat jelas.

Pemberian ASI Ekslkusif selama 2 tahun

Bayi yang diberi ASI eksklusif akan tumbuh menjadi anak yang aktif, berat tubuh yang ideal, periang dan juga lebih tanah terhadap penyakit. Selain memberikan ASI, orang tua juga dapat memberikan suplemen tambahan, salah satunya Gizidat. Suplemen ini merupakan suplemen alami sehingga aman bagi balita. Suplemen ini menggunakan madu hutan alami sebagai pemanis sehingga tidak menyebabkan obesitas.

  1. Memperhatikan asupan makanan anak

Memperhatikan asupan makanan anak

Anak-anak tentu sangat suka akan makanan manis yang mana gula berlebihan menjadi pemicu pertama obesitas pada anak. Perilaku yang salah dari orang tua adalah seringkali membujuk anak-anak dengan makanan manis seperti permen, ice cream, cokelat dan minuman manis lainnya. Padahal perilaku tersebut tentu akan membuat anak menjadi kebiasaan meminta dan memakan makanan yang manis.

  1. Melatih fisik anak untuk bergerak

Melatih fisik anak untuk bergerak

Jangan biasakan melayani anak seperti mengambilkan sesuatu yang seharusnya mereka sendiri bisa melakukannya, misalnya saja mengambil sendiri mainannya. Orang tua tentu akan berusaha mengambil mainanuntuk anaknya dengan alasan agar mainan yang lain tidak berantakan. Kebiasaan dilayani seperti itu akan membuat anak malas bergerak serta beraktifitas fisik dan menyebabkan anak tersebut obesitas.

  1. Perhatikan waktu istirahat anak

Perhatikan waktu istirahat anak

Istirahat merupakan faktor penting yang memengaruhi tingkat obesitas anak. Selain karena anak malas bergerak, anak yang tidak pernah istirahat juga dapat dengan mudah terserang obesitas. Istirahat dapat memengaruhi berat badan ideal anak. Anak yang jarang istirahat di siang hari tentu memiliki nafsu makan yang tinggi di malam hari dan setelah itu mereka akan memilih untuk langsung tidur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *