Cara Mendidik Anak

Cara Mendidik Anak

Berperan sebagai orang tua pasti harus bisa memberikan bimbingan dan arahan yang tepat supaya ia tumbuh menjadi manusia yang bijaksana, biak serta berakhlak mulia seperti yang umumnya kita inginkan anti saat sikecil telah dewasa. Untuk itu, cara mendidik perlu diperhatikan.

Cara mendidik anak yang benar memiliki begitu banyak metode. Seberapa tinggi tingkat kesuksesan kita dari metode yang telah diterapkan tentunya tergantung dari seberapa optimalnya masing-masing orang tua ketika memberikan kontribusi pada anak-anaknya. Agar Anda tidak bingung saat memberikan arahan ke anak, berikut ini ada beberapa cara untuk mendidik anak yang  benar serta bijak yang bisa Anda coba.

Beberapa Cara Mendidik Anak dengan Benar

  1. Bersikap lembut serta tunjukkan kasih sayang yang tulus

Sebagai orang tua dari anak-anak kita, selalulah bersikap lembut ke anak merupakan hal yang tak boleh dibantah lagi dan sudah mutlak yang mesti dilakukan. Karena hanya dengan menggunakan tutur kata yang halus, seorang anak bakal mendengarkan ucapan dari orang tuanya.

Selain Anda dituntut untuk tetap bersikap lembut ke anak, orang tua pun sudah selayaknya memberi kasih sayang yang penuh dan tulus kepada anak. Salah satu contoh ialah dengan mengucapkan ke anak bahwa kamu sangat menyayanginya. Sebuah pelukan atau ciuman juga dapat menjadi penyemangat tersendiri bagi prasaan jiwa sang anak yang dapat kamu lakukan.

  1. Jadilah sebagai pendengar yang baik serta berikan dukungan

Mungkin anak Anda pernah merasa di olok-olok oleh para teman sebayanya. Sebagai orang tua yang bijak, cobalah untuk dapat melakukan pendekatan supaya si anak mau diajak bercerita. Di saat seperti ini Anda dituntut untuk bisa menjadi pendengar yang baik serta mau mendengarkan semua tentang keluh kesah si kecil. Ini merupakan kunci sukses ketika akan membangun rasa percaya diri dari seorang anak.

Berikanlah sebuah dukungan yang positif serta bekalilah ia dengan skill agar menghindari olokan teman sebayanya dan kemampuan untuk dapat bersosialisasi dengan bagus. Sebagai contoh Anda bisa mengajarkan anak Anda untuk menghindari bentuk ejekan dari temannya.

Misalnya bila ada temannya yang berbicara “Kamu jelek”, lantas berikan jawaban yang paling tepat yakni “Biarin yang penting pintar”. Anak yang tadi terbiasa mengolok-olok pasti bakal merasa bosan pada jawaban yang demikian sebab ejekannya yang dia utarakan tidak ditanggapi dengan serius dan tidak mendapatkan feedback seperti yang aia inginkan, misalnya membuat si anak menangis, mengadu atau justru marah.

  1. Bangun sebuah kreatifitas dengan bermain bersama

Mengajarkan seorang anak tidak berarti harus selalu menetapkan “peraturan-peraturan baru” yang tidak begitu menyenangkan baginya, akan tetapi juga dapat dengan cara kamu bermain bersama. Biarkan si anak mempelajari sesuatu dari kamu dengan cara-cara yang pastinya jauh lebih menyenangkan seperti halnya bermain, menari atau bermusik bersama.

  1. Hindari menggunakan kata “Jangan”

Ini merupakan salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh banyak orang tua. Saat anak sedang di tengah bereksperimen yang pada kondisi mungkin sedikit membahayakan, orang tua biasanya berkata “jangan” ke anaknya. Sebenarnya kata-kata ini jika terlalu sering diucapkan oleh para orang tua ke anaknya justru bisa berakibat negatif yang akan menyebabkan seorang anak tidak bisa berkembang pada kreatifitasnya.

Untuk mengatasi kata “jangan”, kamu sebaiknya memakai kata lain yang jauh lebih bermakna positif. Contoh kasusnya yakni, misalnya ada anak tengah berlari, kemudian bundanya berkata “Nak jangan lari!”. Sebenarnya yang dimaksud dari sang bunda ialah “berjalan” saja namun sang anak tidak mampu menangkap penuh maksud ini. Jadi kalimat yang seharunya digunakan ialah “Berjalan saja” atau “Pelan-pelan saja” dan lain lain.

  1. Jadilah panutan dan idola untuk anak kamu

Pada umumnya hampir setiap anak mempunyai idola “superhero” di arena imajinasinya. Tapi di dunia yang sebenarnya, ia juga tentu ingin memilikinya. Kamu sebagai orang tua berusaha sebaik mungkin berusaha untuk menjadi apa yang menjadi keinginan oleh sang anak serta selalu bisa untuk diandalkan. Salah satunya ialah dengan melakukan apa saja yang menurut Anda terbaik untuk dapat diberikan ke putra-putri Anda.

  1. Berikan rasa nyaman

Tumbuhkanlah sebuah rasa nyaman ketika anak sedang bersama dengan Anda. Ajaklah untuk dapat berdiskusi kecil di tengah-tengah kebersamaanmua. Supaya anak merasakan nyaman, sebaiknya kamu jangan menjadi yang orang tua yang merasa paling tahu semuanya sehingga membuat Anda terkesan lebih mendominasi pembicaraan. Jadikanlah ia seperti sesosok teman yang juga perlu untuk kamu dengarkan dengan serius dan penuh rasa simpati.

  1. Tumbuhkan sikap menghormati

Ajarkan sang anak untuk selalu senantiasa menghormati siapa pun orang, dari orang yang lebih tua atau bahkan ke teman sebayanya. Hal ini sangat penting untuk ditanamkan semenjak usia dini sebab di kemudian hari ketika ia dewasa ia mampu berlaku hormat ke semua orang.

  1. Ajarkan rasa tanggung jawab

Ajarkan serta ingatkan anak Anda untuk selalu mempunyai rasa tanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Misalnya bila telah tiba waktunya untuk masuk sekolah, dia harus berangkat. Apabila dia bertanya kenapa harus demikian. Berikanlah sebuah alasan yang dapat dipahami olehnya.

  1. Ajarkan untuk meminta maaf

Meminta maaf atas segala kesalahan merupakan tindakan yang mulia dan juga kesatria. Ajarilah anak kamu untuk mau meminta maaf pada kesalahan yang dia lakukan kepada teman sebayanya supaya dia menyadari bahwa perbuatan yang dia lakukan adalah tindakan yang tidak bagus dan kurang terpuji.

  1. Jangan ditakut-takuti

Orang tua umumnya cenderung mengambil “jalan pintas” yang praktis. Selain dari berbohong, orang tua juga umumnya kerap menakut-nakuti anak supaya anaknya mau nurut dengan segera. Ini merupakan perilaku orang tua yang sangat keliru karena selain dapat menjadi sejenis trauma saat dia dewasa, hal ini pun mengakibatkan sang anak menjadi tidak bisa mandiri sehingga bisa mengurung kreatifitasnya.

  1. Jangan dibohongi

Sama halnya seperti ditakut-takuti, anak yang sering dibohongi ketika masih kecil bakal menjadi terbiasa dengan semua kebohongan-kebohongan yang telah ditanamkan oleh orang tuanya dulu. Saat nanti sanga anak sudah besar, dia tentu bakal menganggap berbohong merupakan hal yang wajar untuk seseorang lakukan sebab semua orang termasuk dari orang tuanya pun melakukannya.

  1. Jangan berkata keras serta mengancam

Banyak orang berkata bahwa anak itu tidak ada bedanya dengan kertas putih yang kosong. Baik atau tidak seorang anak juga tergantung dari apa yang diajarkan oleh orang tua kepadanya. Oleh sebabnya usahakanlah untuk sebaik mungkin menghindari segala perkataan yang keras, seperti mengancam bahkan meneriaki si anak. Apabila ada perilaku anak mungkin sedikit terkesan nakal atau ceroboh, cobalah agar menahan emosi kamu dan katakan dengan halus serta bijaksana.

  1. Ajarkan keterbukaan

Disaat kamu memiliki banyak waktu luang bersama sang buah hati. Ajaklah ngobrol dan cobalah untuk mencari tahu semua hal mengenai kesehariannya. Kegiatan apa saja yang dia lakukan, hal apa yang membuat dia senang, hal apa yang membuatnya bersedih atau yang membuatnya menjadi bersemangat. Dengan terbukanya seorang anak, kamu juga dapat mencari mencari celah untuk bisa mengetahui sifat seorang anak sekaligus dapat menjadi inspirasi untuk orang tua. Orang tua yang bijak dan baik ialah orang tua yang bisa mengambil pengalaman serta pelajaran dari semua orang termasuk dari sang anaknya sendiri.

  1. memberikan gizidat

Untuk meningkatkan tumbuh kembang anak, maka Anda bisa memberikan anak Anda vitamin gizidat. Vitamin ini memiliki banyak kalsium yang penting untuk pertumbuhan anak. Jika berminat, maka bisa langsung mengunjungi websitenya di http://gizidat.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *