Cara Menghitung Berat Badan Ideal Anak

Cara Menghitung Berat Badan Ideal Anak

Memantau berat badan pada anak, memang sangat penting agar kita mengetahui apakah anak kita sudah memiliki badan ideal atau belum, dan agar tidak mengalami obesitas. Terkadang orangtua membandingkan pertumbuhan fisik anaknya dengan anak lain yang sebaya, untuk mengetahui apakah anak anda sudah memiliki tinggi dan berat badan yang ideal atau tidak.

Padahal hal tersebut tidak bisa menjadi patokan, karena pertumbuhan fisik pada anak yang tidak sama dengan anak seusianya juga belum tentu memiliki pertumbuhan yang lambat atau lebih cepat. Anda bisa rutin berkonsultasi ke posyandu terdekat atau menggunakan rumus berat badan pada anak anda untuk memantau pertumbuhannya. Simak artikel berikut untuk mengetahui cara menghitung berat badan ideal anak.

Cara Menghitung Berat Badan Ideal Anak Sesuai Umur

1. Berat badan ideal anak pada usia 0-12 bulan

Pada anak usia 0-12 bulan yang masih bayi, juga memiliki batasan berat badan ideal. Berikut rumus dan cara menghitungnya:

Berat badan ideal bayi = [Umur (dalam satuan tahun) : 2] + 4

Contoh cara menghitungnya: Seorang bayi berusia 5 bulan, maka berapa berat bada idealnya? Berat badan ideal = [5 : 2] + 4 = 6,5 kilogram.

Jadi, berat badan ideal anak pada usia 5 bulan adalah 6,5 kilogram.

2. Berat badan ideal anak pada usia 1-10 tahun

Cara menghitung berat badan ideal anak usia 1 hingga 10 tahun akan berbeda lagi. Berikut rumus dan cara menghitungnya:

Berat badan ideal anak = 2n + 8

Keterangan: n = usia anak dalam satuan tahun

Contoh cara menghitungnya adalah apabila anak berusia 5 tahun 2 bulan, maka berapa berat badan idealnya?

Berat badan ideal = 2(5,2) + 8 = 18,4 kilogram

Jadi, berat badan ideal pada anak usia 5 tahun 2 bulan adalah 18,4 kilogram.

8 Cara Menjaga Berat Badan Anak Agar Ideal

1. Bicarakan bersama dengan anak

Bicarakan bersama dengan anak

Besarnya peran orang tua dalam membicarakan pentingnya menjaga makanan pada anak sedini mungkin. Anda bisa membicarakan hal tersebut lebih kepada pentingnya menjaga makanan yang berpengaruh pada kesehatan anak anda, serta jangan memakai kata-kata negatif dalam obrolan tersebut seperti gendut, jelek.

2. Memberikan contoh

Memberikan contoh

Pada umumnya anak akan meniru perilaku orang tuanya. Sehingga perilaku orang tua akan sangat berpengaruh pada perilaku anak nantinya. Memberikan contoh yang baik seperti pola makan yang sehat, aktif berolahraga bisa menjadi dorongan bagi anak untuk melakukan hal serupa. Karena anak akan lebih mudah menerimanya karena anggota keluarga juga menerapkannya

3. Memerhatikan pola makan

Makanan pasti menjadi pengaruh besar bagi pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Berikan makanan pada anak dengan porsi yang sesuai dengan umurnya, agar tidak berlebihan dan kekurangan. Jangan memaksakan anak yang sudah kenyang, untuk menghabiskan makanan yang masih tersisa di piring.

Memerhatikan pola makan

Jauhi anak anda dengan minuman-minuman manis, karena memiliki kadar gula kalori yang tinggi. Anda bisa memberikannya jus buah agar lebih sehat, tetapi jangan berlebihan cukup satu porsi sehari agar kandungan gulanya tidak merusak gigi pada anak.

4. Tidur yang cukup

Tidur yang cukup memiliki banyak manfaat pada tubuh anak. Selain itu saat tidur, hormon pertumbuhan akan dilepaskan. Apabila tidur anak terganggu, maka terganggu juga pertumbuhan pada dirinya yang berisiko tinggi mengalami obesitas.

Tidur yang cukup

Jauhi hal-hal yang yang dapat memicu anak susah tidur, seperti batasi anak dalam menggunakan layar smartphone karena cahayanya dapat mengganggu produksi hormon tidur yang membuatnya sulit terlelap.

5. Mengajak anak berolahraga

Berolahraga bersama anak bisa menambah kedekatan antara anak dan orang tua dan juga bisa menjaga kesehatan keluarga anda. anda bisa berolahraga bersama anak anda selama 60 menit setiap harinya agar anak tidak terlalu lelah.

Mengajak anak berolahraga

Anda juga bisa mengganti kendaraan yang digunakan dengan memakai sepeda atau berjalan kaki. Karena melakukan banyak gerakan seperti berjalan-jalan ke taman merupakan cara yang bagus untuk membuat anak bergerak. Bagi anak yang gemuk tidak harus melakukan olahraga ekstra, karena lemak akan terbakar dengan sendirinya, akibat melakukan aktivitas yang sama.

6. Rutin sarapan setiap pagi

Banyak anak yang melupakan sarapan dengan beragam alasan, bisa karena sudah terlambat ke sekolah, belum lapar atau karena malas makan. Padahal sarapan sangat dibutuhkan saat belajar, untuk meningkatkan konsentrasinya. Sarapan juga bermanfaat untuk meningkatkan metabolisme, membakar kalori, dan memberi energi selama beraktifitas.

Rutin sarapan setiap pagi

Anak yang tidak sarapan akan mudah lapar, sehingga ia akan makan lebih banyak pada jam makan siang dibanding yang sudah sarapan. Dan ternyata orang yang tidak sarapan biasanya memiliki indeks massa tubuh yang lebih besar dibanding yang sudah sarapan.

7. Rutin konsumsi sayuran dan buah

Sayur dan buah terbukti sebagai sumber vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Sayur dan buah juga tinggi akan serat, sehingga dapat membuat perut lebih kenyang. Bagi anda, yang memiliki anak dengan berat badan berlebih, anda bisa rutin memberinya buah dan sayur agar nafsu makan pada anak dapat dibatasi.

Rutin konsumsi sayuran dan buah

Sayur dan buah juga bisa didampingi dengan makanan favorit anak, agar anak semangat untuk makan, dan juga agar gizi nya seimbang. Serta pilih buah dan sayur yang beragam agar anak tidak cepat bosan, dan juga agar vitamin dan mineral yang diserap ke dalam tubuh anak lebih variatif.

8. Mengkonsumsi madu

Selain rasanya yang manis dan enak, madu juga memiliki banyak manfaat yang salah satunya adalah dapat menurunkan berat badan. Bagi anda yang memiliki anak dengan berat badan berlebih, anda bisa memberinya madu sebagai pengganti gula karena madu memiliki khasiat yang lebih banyak.

Mengkonsumsi madu

Anda bisa menggunakan madu dari Gizidat, yaitu berasal dari madu hutan yang memberikan nutrisi tinggi, kurkumin atau temulawak yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh, dan juga sidat yang tinggi akan proteinnya. Anda bisa memberinya madu secara langsung, mengoleskan madu ke roti atau dengan mencampurkan madu dengan perasan lemon.

Sebagai orang tua anda tidak perlu khawatir apabila anak anda terlihat kurus atau terlalu gemuk dibandingkan dengan anak seusianya. Karena hal tersebut tidak selalu menandakan bahwa anak anda tidak sehat. Bisa saja walaupun ukuran tubuh anak tidak sama dengan yang lain, tetapi kondisi tubuh anak anda sehat-sehat saja. Selagi berat badan anak anda masih di batas rata-rata, anda tidak perlu risau.

Itulah beberapa informasi yang bisa diberikan mengenai cara menghitung berat badan ideal anak dan cara menjaga berat badan anak agar ideal. Semoga informasi tersebut bisa menambah wawasan anda, dan dapat memantau pertumbuhan dan perkembangan pada tubuh anak. Namun, apabila kondisi berat badan anak di bawah rata-rata atau jauh di atas rata-rata anak seusianya, segera konsultasikan ke dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *