Gizidat Untuk Usia Berapa

Gizidat Untuk Usia Berapa

Kesadaran para orangtua untuk bisa memberi kebutuhan asupan anak bisa dinilai kian lama kian meningkat. Kemajuan teknologi yang memperluas informasi membuat para orangtua bisa saling berbagi hal-hal yang berhubungan dengan cara memaksimalkan proses tumbuh kembang anak. Termasuk dalam hal memilih makanan dan minuman untuk anak sehari-hari.

Selain menu makanan utama, pembahasan seputar pemberian vitamin atau suplemen tambahan juga kian meluas dan menarik perhatian para orangtua. Kini banyak produk vitamin dan suplemen anak berkualitas yang beredar di pasaran, salah satunya Gizidat. Mungkin ada dari Anda yang memiliki pertanyaan Gizidat untuk usia berapa dan kapan waktu yang tepat untuk memberi vitamin tambahan pada anak? Berikut ulasan singkatnya.

Gizidat Untuk Usia Berapa dan Kapan Harus Diberikan? Ini Dia Tanda Anak Butuh Vitamin Tambahan

Sebagian orangtua menghindari memberi asupan vitamin dan suplemen pada anak dengan berbagai alasan, mulai dari merasa anak tidak membutuhkannya, hingga ketakutan salah memilih produk vitamin/suplemen. Sebenarnya, pemberian vitamin/suplemen tambahan bisa menjadi pertimbangan dengan mengamati tanda-tanda anak membutuhkannya atau tidak.

Tanda-tanda anak butuh konsumsi vitamin :

1. Anak Tidak Mau Makan/Nafsu Makan Berkurang

Anak Tidak Mau Makan/Nafsu Makan Berkurang

Anak yang sangat sulit makan atau menolak diberi makanan tetapi tidak sedang dan tidak memiliki riwayat penyakit tertentu membutuhkan asupan suplemen tambahan, khususnya suplemen peningkat nafsu makan. Terkadang anak menolak konsumsi makanan karena kurang tertarik dengan makanan, malas mengunyah dan menelan, atau menilai rasa makanan yang diberi tidak enak.

2. Kurang Suka Mengonsumsi Sumber Protein, Sayur, dan Buah

Kurang Suka Mengonsumsi Sumber Protein, Sayur, dan Buah

Sebagian anak biasanya tidak menyukai rasa-rasa dari beragam bahan makanan yang sebenarnya menjadi sumber protein dan mengandung banyak vitamin serta nutrisi lainnya. Mereka lebih suka makanan yang disajikan secara simple, dengan rasa yang familiar dan nyaman di lidah.

Maka anak-anak cenderung menolak bila diberi makanan sehat seperti sumber protein, sayur, dan buah. Tanda ini menjadi alasan anak butuh asupan vitamin/suplemen tambahan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi yang kurang lengkap.

3. Sering Terserang Penyakit

Sering Terserang Penyakit

Anak Anda mudah terserang penyakit ringan yang datang musiman atau menular seperti flu dan batuk? Ini adalah ciri kalau tingkat kekebalan tubuhnya kurang baik atau daya tahan tubuhnya kurang. Salah satu faktornya adalah asupan kurang bernutrisi dan gizinya tidak seimbang.

Selain melengkapi menu makanan sehari-hari dengan menu bernutrisi dan bergizi, bisa memberi vitamin/suplemen tambahan yang disesuaikan dengan kebutuhan anak.

4. Lingkungan Berisiko

Lingkungan Berisiko

Pemberian vitamin dan suplemen dianjurkan bila anak berada atau beraktivitas sehari-hari di lingkungan yang berisiko. Misalnya lingkungan kurang bersih, mudah terpapar debu, dikelilingi banyak orang, penuh asap, dan lain-lain. Kondisi seperti itu memberi risiko tinggi anak mengalami gangguan kesehatan. Bila daya tahan tubuhnya kurang baik, anak akan mudah jatuh sakit dan terserang penyakit.

5. Khusus Disarankan Oleh Dokter

 Khusus Disarankan Oleh Dokter

Tanda terakhir ialah mendengar kata dokter. Biasanya dokter akan memberi saran pemberian vitamin dan suplemen tambahan dengan melihat kondisi kesehatan anak ketika check up/control. Jangan lupa tanyakan apakah anak Anda memiliki alergi terhadap bahan atau zat tertentu. Dan vitamin dan suplemen seperti apa yang cocok untuk anak.

Memberi asupan tambahan berupa vitamin dan suplemen bisa dipertimbangkan dengan melihat kualitas produknya. Sekarang sangat mudah menemukan produk vitamin atau pun suplemen khusus anak contohnya Gizidat. Gizidat untuk usia berapa saja? Bagaimana memilih vitamin/suplemen yang bagus? Produk vitamin tambahan sendiri memang terdapat beragam jenis dan bentuk.

Gizidat

Mulai dari vitamin untuk anak, vitamin khusus untuk wanita, vitamin ibu hamil, vitamin orang dewasa, vitamin untuk manula, dan banyak lagi. Beberapa di antaranya bahkan mengandung bahan-bahan khusus yang fokus memelihara organ tubuh tertentu atau membantu menjaga kesehatan bagian tubuh tertentu. Ada juga yang ditunjukan membantu pemulihan dari sakit.

Memilih produk vitamin untuk anak harus hati-hati. Ini dia cara memilih vitamin/suplemen untuk anak:

  • Pilih Sesuai Kebutuhan

Cara pertama dengan memahami kebutuhan anak. Nutrisi apa saja yang dirasa masih kurang dikonsumsi oleh anak.

  • Pastikan Produk Aman Untuk Anak

Hindari produk vitamin yang bisa dikonsumsi semua usia. Lebih baik pilih yang khusus untuk anak-anak. Karena kebutuhan anak dan orang dewasa tentunya berbeda.

  • Dosis Kecil

Ini bisa menjadi acuan dengan melihat terlebih dahulu kandungan atau komposisi bahan yang terdapat dalam vitamin/suplemen tersebut. Berapa banyak jumlah kandungan pada masing-masing bahan dan apakah wajar dikonsumsi oleh anak-anak? Kembali lagi, kebutuhan nutrisi dan gizi tambahan anak tidak sebanyak kebutuhan orang dewasa.

  • Memahami Kondisi Kesehatan Anak

Memahami Kondisi Kesehatan Anak

Ketika memilih produk vitamin, wajib memahami kondisi ksehatan anak dan riwayat penyakitnya. Anak dengan riwayat penyakit tertentu seperti baru sembuh dari hepatitis, baru sembuh dari usus buntu, baru sembuh dari infeksi usus, dan semacamnya lebih baik dihindari dari produk semacam vitamin dan suplemen tambahan. Atau juga bila anak memiliki alergi terhadap bahan dan zat tertentu.

  • Sesuai Standar dan Memiliki Izin Resmi Dari Pemerintah

Selanjutnya yang benar-benar harus diperhatikan adalah apakah produk yang dipilih terdaftar resmi di BPOM/POM atau tidak. Untuk memastika vitamin/suplemen aman dikonsumsi, produk lebih baik telah memiliki izin edar resmi.

  • Memilih Produk Gizidat

Bingung dengan produk vitamin dan suplemen berkualitas dengan berbagai manfaat? Pilih Gizidat yang mengandung empat bahan alami yang mampu memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi anak-anak. Keempat bahan tersebut ialah ikan sidat (belut), madu hutan murni, teulawak, dan probiotik.

Konsumsi Suplemen Gizidat

Ikan sidat (belut) tinggi akan Omega 3 dan 6, serta Zinc. Selain itu mengandung banyak vitamin di antaranya Vitamin B dan E. Madu hutan murni mengandung banyak nutrisi yang bermanfaat meningkatkan daya tahan tubuh dan bisa meredakan peradangan dalam tubuh.

Sedangkan temulawak menjadi bahan rempah tradisional yang telah dipercaya sejak lama dapat meningkatkan nafsu makan. Begitu pun dengan probiotik yang menjadi bakteri baik pelancar pencernaan dengan meringankan gejala infeksi usus.

Gizidat untuk usia berapa serta bagaimana anjuran penggunaanya? Gizidat cocok diberikan pada anak usia tumbuh kembang 1 – 12 tahun. Cita rasa manis dari madu membuat Gizidat dapat dikonsumsi dengan berbagai cara, mulai dari diminumkan langsung, dicampur air putih hangat, hingga dioleskan di atas roti tawar.

Mengkonsumsi Gizidat

Jangan lupa pastikan anak Anda tidak memiliki alergi terhadap makanan laut atau madu. Beri ia dalam dosis kecil dan lihat reaksi tubuhnya terlebih dahulu sebelum lanjut memberikan dalam dosis cukup dan secara rutin.

Selain pemberian menu makanan sehat dan asupan nutrisi tambahan, agar masa tumbuh kembang anak berjalan sempurna, ajak anak untuk beraktivitas dengan kreatif, menerapkan belajar sambil bermain yang menyenangkan. Perhatikan waktu dan kualitas istirahatnya. Hindari membiarkan si kecil terlalu sering tidur larut malam dan melewatkan tidur siangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *