GTM Bayi 9 BULAN

GTM Bayi 9 BULAN

Usia 9 bulan merupakan usai dImana bayi sedang menyeusaikan diri dengan pergantian konsumsi ASI ke Makanan Pengganti ASI (MPASI). Pada fase ini, anak biasanya melakukan Gerakan Tutup Mulut (GTM) yang membuat si ibu khawatir. Bayi sering merasa malas saat mengunyah masalah, bahkan lebih dari itu mereka tak mau membuka mulut, juga menyemburkan dan memuntahkan makanan.

Menurut penelitian Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), penyebab utama kasus GTM bayi 9 bulan adalah perilaku makan yang tidak benar atau pemberian makanan yang tak sesuai dengan usia. Penyebab ini bisa dijabarkan dengan banyak perilaku atau kondisi pada sang anak. Sebelum masuk ke mengatasi GTM bayi 9 bulan, alangkah lebih baiknya anda mengetahui terlebih dahulu penyebabnya secara menyeluruh.

Penyebab-penyebab GTM Bayi 9 BULAN

  • Tumbuh Gigi

Tumbuh Gigi

Kasus Gerakan Tutup Mulut pada bayi berusia 9 bulan salah satunya disebabkan karena sakit di mulut. Beberapa sakit mulut yang dirasakan si kecil bisa jadi berasal dari sariawan, sakit tenggorokan, luka gusi, lidah tergigit ataupun gigi baru tumbuh. Hal yang disebutkan terakhir menjadi faktor paling sering ditemukan pada bayi yang melakukan GTM.

Pada masa tumbuh gigi, masa paling sulit yang dirasakan adalah saat gigi pertamanya keluar dan saat gigi gerahamnya tumbuh di usia 1 tahun ke atas. Anak akan merasa rewel terus menerus selama beberapa hari. Proses keluarnya gigi dari gusi inilah yang membuat perasaan tidak nyaman yang dirasakan si bayi. Padahal, tidak ada patokan waktu berapa lama bagi seorang bayi untuk menumbuhkan satu gigi.

  • Anak Bosan dengan Rasa Makanan

Anak Bosan dengan Rasa Makanan

Penyebab selanjutnya yakni anak juga bosan dengan Rasa makanan. Rasa bosan kepada suatu makanan biasanya ada bukan hanya karena ia bosan semata, namun karena ia juga bosan dengan cita rasanya. Jika sudah seperti ini, ibu bukan hanya perlu memvariasi menu setiap hari, tetap juga menambahkan cita rasa ke dalamnya. Bila anda terbiasa membuat sendiri MPASI, maka cobalah orang lain yang membuatnya, agar si kecil merasakan adanya perbedaan cita rasa.

  • Trauma

Trauma

Trauma anak terhadap suatu hal bisa menjadi faktor penyebab bayi melakukan aksi GTM. Seringkali anda sebagai ibu melewatkan momen-momen bersama si kecil saat makan, namun ternyata si anak kecil tidak nyaman melakukannya. Trauma sulit untuk diidentifikasi, maka anda harus melakukan pendampingan intensif kepada si kecil.

Contohnya adalah misal anak pernah terkena belalang saat makan, maka ia akan trauma pada makanan berwarna hijau karena itu telah menyakitinya. Lalu si anak pernah terkena sodokan sendok besi di mulutnya, maka ia pun akan mengalami trauma jika setiap makan menggunakan sendok besi. Identifikasi trauma-trauma tersebut, lalu seminimal mungkin cegah hal itu terjadi. Jika sudah terjadi trauma, gantikan menu atau apapun dengan hal lain.

  • Anoreksia Fisiologis

Anoreksia Fisiologis

Penyebab satu ini bisa dibilang cukup berbahaya karena bayi bakal terlihat tidak mau makan dan semakin kurus. Namun si kecil tidak merasa mengalami sakit seperti lemas dan tidak bersemangat, hanya saja ia tidak mau makan. Anoreksia Fisiologis ini sering membawa kecemasan kepada orang tua karena para orang tua berpikir anaknya sedang sakit padahal tidak.

Anereksia fisiologis sering terjadi pada anak ketika mencapai bobot maksimal pada tahun pertama. Bobot maksimal pada tahun pertama adalah 7 hingga 8 kg. Jika pada 9 bulan bobot si kecil sudah mencapai 6,5 kg, itu berarti telah melebihi bobot maksimal yakni seberat 5-6 kg. Badan bayi akan otomatis sinyal GTM ke otak agar asupan makanan berkurang secara fisiologis.

Cara Mengatasi Masalah GTM pada Bayi Berusia 9 Bulan

  • Buat Si Kecil Merasa Lapar

Buat Si Kecil Merasa Lapar

Yang terpenting dilakukan oleh para orang tua di sini adalah tidak memaksa si kecil yang tidak ingin makan. Apalagi, mencekokinya. Lebih baik para orang tua lebih bersabar dan memberi jeda waktu makan sebentar 10 sampai 15 menit lalu tawarkan kembali makanan kepada si kecil. Ulangi hal ini beberapa kali. Hal ini dilakukan untuk melatih si kecil merasakan laparnya sendiri.

  • Buat Jadwal Makan untuk Si Kecil

Cara mengatasi GTM selanjutnya adalah coba buatkan jadwal makan untuk sang buah hati. Jadal yang bisa dicoba seperti sarapan pada pukul 7 pagi, makan siang pukul 12 siang, dan makan malam pukul 7 malam. Dengan penentuan jadwal ini, anak akan merasa lapar dengan sendirinya dan akan meminta makan kepada anda.

Buat Jadwal Makan untuk Si Kecil

Anda juga bisa menyelipkan pemberian snack atau susu di sela-sela jam makan. Namun sebaiknya pemberian snack atau susu tidak berdekatan dengan jam makan agar bayi tidak kekenyangan sebelum makanan utama. Coba batasi waktu makan anak tidak lebih dari 30 menit, agar anak tidak merasa bosan dan cenderung untuk tidak melanjutkan makan.

  • Buat Variasi Menu Makanan

Buat Variasi Menu Makanan

Si kecil menjadi bosan dengan makanan yang anda berikan adalah hal biasa yang terjadi sehingga anak melakukan GTM. Yang anda lakukan yakni cobalah memberikan variasi makanan kepada si kecil setiap hari. Jika ia tidak suka sayur, anda bisa mengolah sayurnya terlebih dahulu seperti dipotong kecil-kecil atau dicampur makanan kesukaan, sehingga lebih disukai si kecil.

  • Bikin Suasana Makan Menjadi Menyenangkan

Bikin Suasana Makan Menjadi Menyenangkan

Suasana makan yang menyenangkan mutlak diperlukan jika ingin membuat anak memakan makanan yang diberikan. Anda sebagai orang tua bisa mencontohkan suasana makan ideal dengan duduk bersama ayah di meja makan. Dengan melihat orang tua duduk bersama di meja makan, si kecil akan terdorong untuk meniru apa yang dilakukan ayah-ibu setiap kali akan makan harus duduk bersama di meja makan.

  • Menggunakan Madu Anak Gizidat

Jika cara-cara di atas belum mampu membujuk si kecil untuk makan, cobalah menggunakan produk madu anak gizidat. Madu anak gizidat memiliki banyak manfaat memberikan solusi dan perhatian buah hati selama pertumbuhan, seperti menambah nafsu makan, juga sebagai makanan tambahan penunjang pertumbuhan dan perkembangan buah hati.

Menggunakan Madu Anak Gizidat

Madu anak gizidat terbuat dari madu hutan asli Indonesia, berasal dari lebah Apis Dorsata yang memiliki lebih kaya kandungan nutrisinya dan lebih alami daripada lebah Apis Mellifera atau madu ternak. Selain madu hutan, Gizidat juga berasal dari ekstrak ikan sidat  yang memiliki kandungan vitamin B1, B2 dan A yang melebih kandungan dalam susu sapi. Ikan sidat juga memiliki kandungan zinc dan Doconexanoic (DHA) yang membantu meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan dan fungsi otak.

Mengkonsumsi madu anak gizidat cocok untuk mengatasi kasus GTM bayi 9 bulan karena produk ini cocok dikonsumsi oleh anak berusia 1-12 tahun. Kandungan lain di dalam gizidat adalah temulawak yang terbukti efektif dalam meningkatkan nafsu makan anak. Probiotik alami juga meningkatkan kemampuan pencernaan anak, sehingga daya serap nutrisi pada tubuhnya lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *