Perkembangan Anak Usia 16 Bulan

Perkembangan Anak Usia 16 Bulan

Perkembangan anak usia 16 bulan merupakan salah satu hal penting yang wajib diperhatikan dengan baik. Parents berperan penting dalam tahapan perkembangan di usia ini, karena perkembangan anak dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah faktor genetik dan juga dari lingkungan dimana anak tersebut tinggal.

Selain faktor di atas, kebutuhan dasar untuk mendukung perkembangannya yaitu kebutuhan nutrisi yang cukup, imunisasi, stimulasi, waktu istirahat yang cukup dan juga kegiatan bermain. Parents harus memahami segala sesuatunya dengan pasti, sehingga mekanisme tahapan perkembangan anak dapat berjalan baik dan sesuai dengan usianya.

Tahap-Tahap Perkembangan Anak 16 Bulan

Ketika anak beranjak usia satu tahun,maka tingkah laku si kecil sedang lucu-lucunya. Kemampuan motoriknya semakin berkembang sampai dia bisa berdiri dan berjalan, bermain serta mengeksplorasi benda-benda yang ada berada di sekitarnya.

Tahap-Tahap Perkembangan Anak 16 Bulan

Perkembangan motorik anak pada usia 12 -24 bulan cukup menarik untuk diperhatikan, karena hal-hal baru yang dilakukan cukup menonjol. Parent sangat disarankan untuk menstimulasi kemampuan motoriknya agar perkembangan otak anak dapat berkembang dengan optimal.

Pada usia ini, selain si kecil sudah mampu berdiri dan berjalan. Ia juga bisa menaiki tangga, membungkukkan badan dan mengambil benda yang jatuh di lantai. Untuk meningkatkan kekuatan otot kaki, parents dapat mengajak si kecil untuk naik turun tangga dengan sering sambil dipegang agar tidak terjatuh.

Ajaklah si kecil untuk bermain bersama, melempar bola, mendorong gerobak mainan ataupun menendang bola. Dengan begitu, maka otot kaki anak menjadi lebih kuat dan ia menjadi lebih terampil. Pada usia ini, si kecil butuh pengawasan yang ketat. Parents juga harus menjauhkan benda-benda yang berbahaya bagi si kecil.

Cara Meningkatkan Daya Ingat secara Optimale

Setelah parents mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan anak usia 16 bulan, maka selanjutnya parents harus mengetahui bagaimana cara meningkatkan kecerdasan otak anak. Ada beberapa hal yang dapat parents terapkan dan menjadi solusi terbaik untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan di bawah ini.

1. Menerapkan Pola Makan Sehat

Semua organ tubuh dapat berfungsi dengan baik jika kebutuhan nutrisinya tercukupi, terutama bagi anak-anak pada masa pertumbuhan. Anak-anak akan memiliki kecerdasan dan daya ingat yang baik ketika kebutuhan nutrisinya selalu tercukupi. Bahkan tidak jarang, banyak anak-anak di usia dini yang memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi.

Menerapkan Pola Makan Sehat

 Untuk mendukung kecerdasan otak anak, maka si kecil harus selalu dipenuhi kebutuhan nutrisinya dengan menerapkan pola makan sehat. Berikan jenis makanan yang kaya akan kandungan omega 3 seperti daging merah, ikan, telur dan tidak lupa untuk selalu memberikan sayuran dan buah-buahan yang kaya kandungan vitaminnya. Sebaiknya, jauhkan makanan yang berlemak dan tidak sehat.

2. Jauhkan Anak dari Gadget

Menurut penelitian, bahwa gadget sangat berbahaya untuk anak-anak pada masa pertumbuhan. Oleh sebab itu, jangan membiasakan memberikan gadget sejak anak masih usia dini. Hal itu akan berpengaruh pada perkembangan kemampuan berfikir anak.

Jauhkan Anak dari Gadget

Selain berpengaruh pada kecerdasan, gadget juga memberikan efek buruk terhadap kesehatan otak. Karena tidak hanya berpengaruh terhadap kemampuan kognitif saja namun juga pada kemampuan sosialnya yang menjadi berkurang. Sebagian besar anak-anak yang selalu bermain gadget menjadi kurang bergaul dan tidak percaya diri di usianya.

Oleh sebab itu, dalam hal ini parents harus konsisten untuk tidak memberikan gadget pada anak usia 1- 3 tahun. Dengan begitu, maka anak tidak akan terbiasa untuk meminta gadget bahkan anak tidak akan tertarik.

3. Mengatur Pola Tidur

Setiap anak membutuhkan waktu istirahat yang cukup, karena untuk memulihkan energi yang telah digunakan untuk melakukan aktifitas. Anak-anak juga membutuhkan waktu istirahat yang cukup setelah bermain, sehingga ketika dia bangun tidur akan lebih bugar dan bisa kembali aktif lagi. Sebaiknya anak memiliki waktu istirahat 8-9 jam setiap harinya.

Mengatur Pola Tidur

Jika perludapat disesuaikan dengan kemampuannya dalam melakukan aktivitas dan ketahanan daya tahan tubuh yang dimilikinya. Jika si kecil membutuhkan waktu istirahat yang lebih banyak, maka terapkan kebiasaan tersebut karena juga berguna untuk memperbaiki sistem metabolisme pada tubuh.

4. Memberikan suplemen makanan

Ketika musim berganti tidak menentu antara musim panas dan musim hujan, maka penyakit flu dan batuk akansangat mudah menyerang anak-anak. Untuk mencegah agar hal itu tidak terjadi, maka parents dapat memberikan suplemen tambahan untuk si kecil. Agar anak memiliki daya tahan tubuh lebih baik dan tidak mudah terserang penyakit.

Memberikan suplemen makanan

Jika bingung mencari suplemen yang baik untuk buah hati Anda, madu gizidat dapat Anda jadikan solusi terbaik. Karena madu ini dipercaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh si kecil terhadap serangan penyakit

Ketika anak sering melakukan eksplorasi di luar rumah, sudah pasti risiko terhadap serangan penyakit lebih besar. Terkadang tanpa disadari, si kecil memasukkan jari atau benda ke dalam mulutnya padahal dalam kondisi kotor. Nah, kuman dan bakteri akhirnya bisa masuk ke ke dalam tubuh si kecil dan menyebabkan sakit

Madu gizidat merupakan salah satu suplemen yang terbaik untuk buah hati Anda, karena kandungan kurkumin dan ekstrak ikan sidat tersebut sangat bermanfaat untuk perkembangan anak 16 bulan. Selain untuk menjaga daya tahan tubuh terhadap penyakit. Madu gizidat juga dapat meningkatkan kecerdasan otak si kecil, menambah nafsu makan dan memenuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Cara Mengatasi Si Kecil yang Nafsu Makannya Menurun

Pada masa perkembangan anak 16 bulan, biasanya menyebabkan nafsu makan si kecil menurun. Hal itu disebabkan karena ia mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dibandingkan pada usia sebelumnya. Si kecil juga sudah mulai memilih citarasa makanan yang ia sukai. Karena pada usia ini, si kecil akan mengalami masa peralihan tekstur makanan dari halus menjadi kasar.

Memberikan suplemen makanan

Hal itu dapat menyebabkan anak jadi malas untuk makan. Namun parents tidak perlu khawatir, justru harus lebih sabar dan kreatif dalam menyiapkan menu untuk makan si kecil. Berikut ini beberapa cara mengatasi si kecil yang nafsu makananya menurun:

  1. Cara mengatasi anak susah makan yang pertama yaitu dengan memberikan porsi makan sedikit demi sedikit namun sering, terutama untuk menu baru atau menu yang tidak ia sukai.
  2. Mencoba untuk memvariasikan makanan sesering mungkin, agar ia mengenal banyak citarasa baru dan bisa memberinya banyak pilihan jenis makanan yang ia sukai, misalnya parents dapat membuat siklus menu selama 7 sampai 10 hari.
  3. Coba kenalkan menu baru bersama dengan menu kesukaannya dan hindari memaksa si kecil untuk makan jika ia belum mau mencoba menu baru tersebut.
  4. Buat kegiatan makan menjadi suatu hal yang menyenangkan tanpa ada kata paksaan maupun tekanan agar ia mau makan, karena suasana tersebut dapat menyebabkan si kecil menjadi trauma. Sebaiknya ajaklah ia tersenyum, bercanda dan bercerita pada saat makan, sehingga anak menyukai suasana tersebut dan si kecil menikmati hidangan menu yang diberikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *