Perkembangan Anak Usia Dini

Perkembangan Anak Usia Dini

Perkembangan anak usia dini merupakan salah satu hal penting yang harus di perhatikan dengan baik. Orang tua berperan penting pada tahapan perkembangan anak usia dini . Karena perkembangan anak sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah faktor genetik dan lingkungan tempat anak itu tinggal.

Sedangkan kebutuhan dasar yang dibutuhkan oleh anak yaitu asupan nutrisi yang cukup, stimulasi, imunisasi, waktu tidur yang cukup dan aktivitas bermain. Sebagai orang tua harus bisa memahami dengan pasti, bagaimana mekanisme tahapan perkembangan pada anak.

Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia Dini

Anak usia dini yaitu anak yang masih berusia mulai dari 0 bulan hingga 8 bulan. Usia dini menjadi masa yang sangat mendasar untuk perkembangan dan pertumbuhan anak di usia selanjutnya. Selain itu, pada masa usia dini juga merupakan masa pengembangan diri pada anak secara optimal.

Perkembangan usia dini meliputi dari beberapa aspek penting yaitu aspek fisik-motorik, bahasa, kognitif dan sosial serta emosional. Aspek ini tidak dapat berkembang dengan sendirinya, melainkan saling berkaitan antara aspek yang satu dengan aspek yang lainnya.

Apabila salah satu aspek tidak dapat berkembang dengan baik, maka dapat mempengaruhi aspek lainnya sehingga dapat menyebabkan terhambatnya perkembangan anak. Berikut ini beberapa aspek-aspek penting yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini yang wajib Anda ketahui.

1. AspekFisik-Motorik

Aspek perkembangan fisik-motorik pada anak yaitu dimana fisik pada setiap anak berbeda. Ada sebagian anak mengalami pertumbuhan secara cepat, namun ada juga yang mengalami keterlambatan. Pada usia yang sama kita sering menemukan kasus, bahwa anak memiliki pertumbuhan yang tidak sama, misalnya ada yang memiliki tubuh tinggi dan anak lainnya lebih pendek.

2. Aspek Kognitif

Aspek Kognitif

Proses dimana anak mampu meningkatkan kemampuannya untuk menggunakan pengetahuannya. Kognisi merupakan suatu fungsi mental yang terdiri dari penalaran, symbol, persepsi pemikiran dan cara pemecahan suatu masalah.

3. Aspek Bahasa

Aspek Bahasa

Aspek bahasa terdiri dari 2 aspek kemampuan, diatanranya kemampuan dalam berekspresif dan kemampuan dalam reseptif. Kemampuan berekpesif terdiri dari cara menghasilkan suara, gestur/syarat dan dalam bentuk tertulis. Sedangkan aspek reseptif yaitu cara bagaimana dalam memahami,  memproses suatu pesan baik secara lisan, tertulis ataupun gestur.

4. Aspek Sosial-Emosional

Perilaku sosial pada anak merupakan suatu aktivitas yang berhubungan dengan orang lain, baik dengan keluarga, teman sebaya ataupun saudara-saudaranya. Sejak dini anak sudah mulai belajar cara berperilaku sosial, terutama dengan orang-orang yang paling dekat dengannya, seperti ayah, ibu dan anggota keluarga yang lain dan berada dalam satu rumah.

Aspek Sosial-Emosional

Apa yang anak pelajari dari lingkungan keluarga dapat mempengaruhi perilaku sosialnya. Ada empat faktor yang mempengaruhi kemampuan anak dalam bersosialisasi, antara lain:

  • Anak memiliki kesempatan dalam bergaul dengan orang-orang yang berada disekitarnya dari berbagai latar belakang dan usia yang berbeda.
  • Anak memiliki minat dan termotivasi untuk bergaul di dalam lingkungannya.
  • Anak memperoleh bimbingan dan pengajaran dari orang lain, biasanya orang tersebut yang menjadi model bagi anak.
  • Memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik.

Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak usia Dini

 Anak usia dini menjadi tahap awal dimana anak tersebut memiliki pertumbuhan yang sangat cepat atau sering disebut juga dengan masa emas. Usia anak di bawah 5 tahun akan mengalami transisi mulai dari merangkak, berjalan hingga berlari. Selain itu, anak juga mampu berbicara mulai dari satu kata hingga akkhirnya lancar berbicara, bahkan anak mengetahui banyak hal disekelilingnya.

Oleh sebab itu, saat masa emas tersebut orang tua harus memperhatikan perkembangan anak secara maksimal. Agar anak dapat tumbuh sehat dan cerdas. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini, baik secara internal maupun eksternal. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak yaitu sebagai berikut.

1. Faktor Genetik

Faktor utama yang mepengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini yaitu sifat genetik atau keturunan. Sifat ini merupakan bawaan dari sifat orang tua yang menurun ke anak. Misalnya kondisi fisiknya sama dengan anggota keluarga lainnya.

Faktor Genetik

Selain kondisi fisik, faktor genetik juga dapat menurunkan hal yang lainnya seperti risiko penyakit yang dialami oleh orang tuanya kemungkinan besar dapat menurun pada anak.

2. Faktor Pra Lahir

Kondisi ini dialami ketika anak masih dalam kandungan dan nantinya dapat menyebabkan dan mempengaruhi kondisi anak ketika sudah lahir. Misalnya dari segi fisik, dimana ketika janin mendapatkan nutrisi yang cukup maka akan lahir dengan kondisi fisik yang sehat.

Faktor Pra Lahir

Berbeda dengan kondisi bayi di dalam kandungan yang kebutuhan nutrisinya tidak tercukupi. Sehingga ketika bayi lahir akan mengalami kesulitan, mempengaruhi kondisi fisik yang buruk, bahkan anak bisa mengalami cacat atau kurang gizi.

Untuk menghindari masalah ini, maka ibu hamil disarankan untuk memenuhi kebutuhan gizinya dan diharapkan dapat memperhatikan pertumbuhan kondisi kehamilannya dengan baik.

3. Faktor Pola Asuh yang Diberikan Orang Tua

Untuk melihat tumbuh kembang anak yaitu dapat dilihat dari pola asuh yang diberikan oleh orang tuanya. Karena pola asuh ini yang akan memberikan dampak paling besar pada anak terhadap perkembangan psikologisnya. Faktor ini tidak hanya berdampak pada usia anak-anak saja, namun akan membawanya hingga anak menjadi dewasa.

Faktor Pola Asuh yang Diberikan Orang Tua

Oleh karena itulah, orang tua harus memperhatikan faktor ini dengan sebaik mungkin dengan cara memperikan pola asuh yang benar. Dengan memberikan pola asuh yang baik pada anak usia dini menjadi dasar anak tersebut dalam bersikap dan berfikir kedepannya yang akan terbawa hingga anak dewasa.

4. Faktor Nutrisi dan Gizi

Faktor  terakhir yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini yaitu mengenai nutrisi yang diberikan orang tua sejak ia di dalam kandungan hingga anak sudah lahir. Jika kebutuhan nutrisi dan gizi pada anak tercukupi, maka ia akan mengalami pertumbuhan yang baik.

Nutrisi penting yang diberikan anak setelah lahir yaitu ASI atau susu formula dari Wyeth. Setelah anak mulai mengkonsumsi MPASI, maka harus diberikan makanan yang memiliki kandungan nutrisi yang lengkap untuk membantu pertumbuhannya hingga anak usia 2 tahun.

Faktor Nutrisi dan Gizi

Setelah usia 2 tahun, maka Anda sudah dapat mengenalkan berbagai jenis makanan padat pada si kecil. Anda harus memberikan makanan 4 sehat 5 sempurna, melatih anak untuk menyukai makan sayur-suyuran dan buah-buahan yang kaya vitamin.

Selain memberikan nutrisi yang lengkap, Anda juga dapat menambahkan supplement untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Madu gizidat merupakan suplement paling tepat untuk buah hati Anda. Madu ini memiliki banyak manfaat selain untuk membantu pertumbuhan anak.

Manfaat madu gizidat yaitu untuk meningkatkan nafsu makan, meningkatkan daya tahan tubuh dan juga untuk meningkatkan kecerdasan otak anak. Dengan mengkonsumsi madu gizidat secara rutin, maka anak dapat tumbuh secara optimal dan lebih aktif. Untuk informasi lebih lengkap mengenai madu gizidat, bisa di lihat di wab  https://gizidat.com/.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *