Perkembangan Anak

Perkembangan Anak

Setiap orang tua harus memperhatikan proses tumbuh kembang anak. Pada usia dini yaitu dari 0-2 tahun, kondisi anak disebut dengan Golden Period yaitu masa saat pertumbuhan dan perkembangan anak yang terjadi sangat pesat. Pada masa tersebut asupan makanan yang sangat diperlukan adalah ASI. Kemudian untuk usia di atas 2 tahun, peran ASI digantikan oleh asupan nutrisi dalam makanan.

Jenis-jenis Perkembangan

  1. Perkembangan fisik

Perkembangan fisik adalah perkembangan pada tiap-tiap organ tubuh. Produksi sel dalam tubuh akan lebih aktif. Anak-anak mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan pada fisiknya contohnya pada tulang dan gigi.

Selain itu, anak juga mengalami perkembangan motorik kasar dan perkembangan motorik halus. Perkembangan motorik kasar adalah keterampilan yang berhubungan dengan otot-otot besar. Contohnya adalah merangkak, berjalan, berlari. Sedangkan perkembangan motorik halus berhubungan dengan otot-otot kecil. Contohnya adalah menggenggam sendok dan memegang krayon.

  1. Perkembangan kognitif

Perkembangan kognitif erat kaitannya dengan kecerdasan otak anak. Kemampuan berpikir pada anak berbeda dengan orang dewasa. Macam-macam perkembangan kognitif adalah:

Pertama, tahap sensorimotor (0-24 bulan. Pada masa ini anak mempunyai rentang gerak refleks yang terbatas. Tahap ini ditandai dengan anak sering rewel tanpa arti. Hal ini dikarenakan anak masih belum paham dengan apa yang ia inginkan.

Kedua, tahap praoperasional (usia 2-7 tahun). Pada tahap ini anak dapat mulai menerima rangsangan yang telah diberikan. Perkembangan anak dapat anda lihat dari kemampuannya meminta sesuatu yang ia inginkan. Selain itu, kemampuan anak dalam bahasa mulai berkembang meski belum logis. Sebaiknya pada tahap ini anda mulai mengarahkan anak dengan kebiasaan yang baik.

Ketiga, tahap operasional konkret (7-11 tahun). Pada tahap ini kemampuan mengingat anak berkembang. Anak sudah bisa belajar membaca dan memahami sesuatu secara rasional. Kemampuan berpikir anak sudah berkembang secara matematis.

Keempat, tahap operasional formal (11 tahun ke atas). Pada masa ini proses berpikir anak sudah mampu menguasai penalaran. Masa ini menjadi bekal anak dalam mencapai masa remaja dan dewasa.

  1. Perkembangan bahasa

Bahasa dapat menjadi indikator yang sangat penting dalam perkembangan anak. Anda dapat melihat apakah anak mengalami keterlambatan dalam berbicara atau tidak. Perhatikan apakah bahasa anak bisa dimengerti atau justru berputar tidak memiliki arti. Perkembangan bahasa pada anak dapat anda perhatikan mulai usia pra sekolah.

  1. Perkembangan emosional

Perkembangan emosional pada saat bayi (anak belum bisa berbicara) dapat anda lihat dari respon anak ketika diberikan rangsangan. Anak dapat memberikan respon tersenyum dan menendang-nendangkan kaki ketika senang atau menangis ketika sedih atau marah. Ketika anak sudah mulai menginjak usia prasekolah biasanya respon emosional beralih melalui verbal.

Makanan untuk Tumbuh Kembang Optimal

  1. Buah

Konsumsi buah sangat penting untuk anak. Buah kaya akan vitamin dan serat. Salah satu vitamin yang banyak terdapat buah adalah vitamin C. Vitamin C berfungsi dalam proses sintesis kolagen yang akan digunakan sebagai protein utama pembentuk tulang. Variasikan jenis buah atau tampilan buah agar si kecil mau memakannya.

  1. Sayuran hijau

Sayuran hijau mengandung banyak serat yang penting untuk anak. Serat akan membantu melancarkan proses pencernaan anak. Selain itu, sayuran hijau juga banyak mengandung vitamin K yang akan bekerja sama dengan kalsium untuk membantu proses pembentukan tulang. Contoh sayuran hijau yang baik untuk anak adalah brokoli dan daun kale.

  1. Camilan sehat

Usahakan si kecil selalu diberikan camilan sehat setiap harinya. Camilan sehat juga dapat anda gunakan untuk mensiasati anak yang susah makan agar nutrisi yang dibutuhkan tetap dapat diberikan. Berikan camilan sehat kurang lebih 3 jam setelah anak makan besar. Anda dapat mengolah camilan sehat sendiri dengan menggunakan bahan keju atau yogurt. Anda juga dapat memberikan biskuit.

  1. Susu

Susu mengandung banyak kandungan protein dan kalsium yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang anak. Selalu berikan susu untuk anak setiap hari. Saat ini produk susu tersedia dalam berbagai varian rasa yang cocok untuk anak. Anda dapat memilih untuk memberikan susu dengan rasa yang disukai anak.

  1. Produk olahan susu

Produk olahan susu seperti yogurt dan keju juga penting untuk perkembangan anak. Produk olahan susu ini juga mengandung kalsium yang penting untuk tumbuh kembang si kecil. Berbagai produk yogurt dan keju sudah difortikasi dengan vitamin D sehingga fungsinya untuk pertumbuhan tulang dapat lebih optimal.

  1. Ikan berlemak

Ikan berlemak banyak mengandung asam lemak omega 3 dan vitamin D. Vitamin D berperan penting untuk pertumbuhan tulang anak. Sedangkan asam lemak omega 3 berperan untuk kecerdasan otak anak. Contoh ikan berlemak yang baik untuk buah hati anda adalah ikan tuna, ikan salmon, sarden, dan ikan zidat.

  1. Suplemen Gizidat

Suplemen multivitamin Gizidat dapat menjadi terobosan bagi anda untuk memberikan nutrisi tambahan untuk si buah hati. Gizidat dapat menunjang perkembangan anak karena terbuat dari madu, kurkumin, dan ikan zidat. Suplemen Gizidat mengandung berbagai macam nutrisi seperti kalsium, asam lemak omega 3, zat besi, zinc, asam amino, dan berbagai nutrisi lain yang dibutuhkan tubuh.

Perilaku untuk Perkembangan yang Optimal

  1. Mengkonsumsi makanan yang beragam

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa asupan nutrisi dari makanan memang menjadi faktor utama untuk perkembangan anak. Usahakan berikan anak anda makanan yang beragam. Kombinasi dari berbagai menu makanan dapat menjadi opsi bagi anda untuk mengatasi anak yang susah makan agar nutrisinya tetap bisa terpenuhi.

  1. Jangan biarkan anak jajan sembarangan

Sebaiknya anda mulai membawakan bekal makanan untuk anak agar anak terbebas dari kandungan MSG yang ada pada jajan yang ia konsumsi.

  1. Membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat

Perilaku hidup bersih dan sehat dapat anda biasakan pada anak sejak usia dini. Perilaku hidup bersih dan sehat dapat membantu anak agar tidak terserang bibit penyakit sehingga perkembangan tubuhnya bisa optimal. Contoh sederhana untuk membiasakan anak berperilaku hidup bersih dan sehat adalah mencuci tangan terlebih dahulu sebelum makan atau menggunakan alas kaki ketika bermain.

  1. Melakukan aktivitas fisik

Aktivitas fisik dapat membantu proses metabolisme tubuh lebih optimal. Aktivitas fisik pada anak biasanya diperoleh dengan cara bermain. Untuk itu, jangan larang anak anda jika anak ingin bermain. Selain untuk membantu proses metabolisme tubuh, bermain juga dapat membantu proses perkembangan motorik halus dan kecerdasan pada si kecil.

  1. Memantau berat badan dengan rutin

Berat bedan menjadi faktor tumbuh kembang yang penting untuk anak. Anda dapat memantau berat badan anak dengan rutin dengan membawanya ke posyandu atau pelayanan kesehatan terdekat. Di sana tumbuh kembang anak dapat dipantau sesuai dengan standar yang ada pada buku KMS. Selain berat badan, tumbuh kembang anak juga bisa dilihat dari lingkar kepala dan lingkar lengan anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *