Sistem Imun

Sistem Imun

Sistem imun merupakan salah satu sistem pertahanan pada tubuh yang melindungi tubuh dari berbagai macam patogen yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit. Patogen tersebut dapat berupa bakteri, virus, parasit dan lain – lain. Organ asal sistem imun ada empat, yaitu sumsum tulang, kelenjar thymus, kelenjar limfe atau getah bening dan mukosa.

Fungsi Sistem Imun Pada Tubuh

Berikut ini adalah fungsi dari adanya sistem imun di dalam tubuh:

  • Sistem Pertahanan

Fungsi utama dari sistem imun adalah sebagai sistem pertahanan tubuh yang melindungi tubuh dari serangan bakteri dan patogen.

  • Menjaga Keseimbangan Homeostatis

Homeostatis merupakan keseimbangan pada tubuh yang ideal yang fungsinya adalah untuk mencukupi kebutuhan tubuh. Caranya adalah dengan berinteraksi bersama dengan seluruh sistem di dalam tubuh. Tubuh Anda membutuhkan sistem imun agar keseimbangan homeostatis dapat bekerja dengan lancar.

  • Untuk Memperbaiki Jaringan

Sistem imun mampu membantu memperbaiki jaringan di dalam tubuh. Contohnya adalah dengan menghilangkan jaringan sel yang telah mati atau rusak dan sel yang abnormal.

Pembagian Sistem Imun

Sistem imun pada tubuh manusia terbagi atas dua macam, yaitu pertahanan yang spesifik dan pertahanan non spesifik. Sistem pertahanan non spesifik merupakan sistem pertahanan yang di dalamnya meliputi pertahanan fisik, mekanis, kimiawi dan biologi.

Ciri – ciri dari sistem pertahanan non spesifik antara lain adalah tidak selektif, memiliki komponen yang dapat berfungsi sebagai penangkal radikal bebas. Selain itu, tidak mampu mengingat infeksi yang telah terjadi sebelumnya.

Berikut ini adalah komponen dari sistem pertahanan non spesifik:

  • Pertahanan Fisik

Pertahanan fisik adalah pertahanan yang berada di luar tubuh. Misalnya adalah pada kulit dan membran mukosa. Fungsi dari keduanya adalah mencegah agar patogen tidak masuk ke dalam tubuh.

Pada kulit dapat dijumpai adanya keratin dan sedikit air. Fungsinya adalah untuk mencegah tumbuhnya mikroorganisme seperti bakteri dan lain – lain. Membran mukosa sendiri dapat dijumpai di dalam sistem pernapasan, pencernaan dan kelamin.

  • Pertahanan Mekanis

Pertahanan mekanis dapat dijumpai di hidung dan trakhea yang berupa rambut dan silia. Pada sistem pertahanan ini rambut – rambut halus berfungsi sebagai penyaring udara, sedangkan silia berperan seperti sapu, yaitu untuk mencegah partikel berbahaya dalam lendir masuk ke dalam tubuh.

  • Pertahanan Kimiawi

Pada sistem pertahanan kimiawi yang berperan penting di dalam sistem pertahanan tersebut antara lain adalah membran mukosa dan kulit. Caranya adalah dengan menghasilkan senyawa sekret yang berfungsi untuk mencegah pertumbuhan mikroba.

Peran kulit dalam hal ini adalah menghasilkan keringat dan mengatur pH menjadi 3 – 5 sehingga pertumbuhan mikroorganisme di dalam kulit dapat terhambat. Selain itu, akan dihasilkan enzim lisozim yang berfungsi menghilangkan bakteri dengan hidrolisis.

  • Pertahanan Biologis

Pada kulit terdapat bakteri baik yang dapat menjadi pertahanan tubuh sehingga patogen tidak dapat masuk ke dalam tubuh.

Sistem Pertahanan Spesifik merupakan salah satu sistem pertahanan di dalam tubuh yang peka terhadap patogen yang berhasil melewati sistem pertahanan non spesifik. Ciri – cirinya adalah sebagai berikut; selektif, dapat mengenali infeksi yang telah terjadi, reaksi antar semua benda asing serta menggunakan antibodi dan pembentukan sel.

Sistem pertahanan spesifik meliputi beberapa hal berikut ini:

1. Limfosit

Limfosit terdiri atas 2 bagian, yaitu sel B dan sel T. Sel B pembentukan dan pematangannya terjadi di sum – sum tulang, sedangkan sel T pembentukannya di sum – sum tulang dan pematangannya di kelenjar timus.

Sel B merupakan salah satu sel yang berfungsi dalam pembentukan antibodi. Sel tersebut terbagi atas 3, yaitu:

  1. Sel B pengingat, fungsinya adalah mengingat antigen yang sudah masuk ke dalam tubuh dan membantu merangsang pembentukan sel B plasma saat terjadi infeksi.
  2. Sel B pembelah, fungsinya adalah untuk membentuk sel B pengingat dan sel B plasma.
  3. Sel B plasma, fungsinya adalah untuk membentuk antibodi.

Sel T juga terdiri atas 3 macam yang mana ketiganya juga berperan penting di dalam tubuh:

1. Sel T Supersor

Sel tersebut berperan dalam menghentikan dan mengurangi respons imun di dalam tubuh. Caranya adalah dengan menurunkan kinerja sel T pembunuh dan mengurangi produksi antibodi. Hal ini akan dilakukan sel T superior setelah infeksi berhasil ditangani dengan baik.

2. Sel T Pembunuh

Sel T pembunuh berperan dalam melawan serangan patogen yang masuk ke dalam tubuh. Selain itu, juga dapat melawan sel kanker  dan sel di tubuh yang telah terkena infeksi.

3. Sel T Pembantu

Sel T pembantu berperan penting dalam merangsang pembentukan sel B dan sel T.

2. Antibodi

Antibodi merupakan salah satu komponen yang berperan penting dalam hal mempertahankan tubuh dari serangan patogen atau antigen yang masuk ke dalam tubuh. Antigen merupakan salah satu senyawa kimia yang berupa protein dan sering dijumpai pada sel kanker di dalam tubuh.

Cara kerja dari antibodi salah satunya adalah mengikat antigen, setelah itu antigen akan dihancurkan oleh makrofag sehingga tubuh Anda terbebas dari penyakit. Masing – masing antibodi di dalam tubuh memiliki fungsi yang berbeda – beda karena kinerjanya spesifik.

3. Sistem Pertahanan Tubuh oleh Sel darah putih

Sel darah putih juga berperan dalam sistem imun di dalam tubuh. Terdapat lima jenis sel darah putih yang mana kelima jenis tersebut dijumpai di sum – sum tulang. Antara lain adalah sebagai berikut

  1. Neutrofil merupakan sel darah putih yang ukurannya paling besar dibandingkan dengan sel lainnya. Berfungsi untuk fagositosis, yaitu memakan mikroorganisme dan sel – sel mati.
  2. Eosinofil berperan dalam reaksi alergi.
  3. Basofil berfungsi menghasilkan histamin yang dapat membentuk reaksi inflamasi.
  4. Monosit berfungsi menjadi makrofag yang akan berperan dalam proses fagositosis
  5. Limfosit berperan dalam proses mempertahankan sistem imun di dalam tubuh.

Berikut ini adalah beberapa penyakit yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh:

  1. Lupus Eritematosus Sistemik

Merupakan salah satu penyakit autoimun yang dapat menyerang tubuh seperti  jaringan kulit, otot, tulang, ginjal, paru – paru, saraf, jantung dan lain – lain.

  1. Miastenia Gravisa

Merupakan salah satu penyakit autoimun yang kronis. Penyakit ini dapat menyebabkan kelemahan pada otot.

  1. Skleroderma

Merupakan salah satu jenis penyakit autoimun yang ditunjukkan dengan adanya pengerasan dan penebalan kulit.

  1. Anemia Pernisiosa

Merupakan salah satu jenis penyakit autoimun yang ditandai dengan produksi sel darah merah menurun akibat kekurangan vitamin B12 dan asam folat.

Upaya untuk mencegah terjadinya autoimun adalah dengan melakukan beberapa hal seperti di bawah ini:

Baca Juga : 10 Cara Menjaga Kesehatan Tubuh

  • Mengkonsumsi Gizidat

Produk – produk Gizidat yang dapat Anda jumpai salah satunya adalah sidat. Sidat kaya akan protein yang bagus untuk menjaga kesehatan tubuh. Protein memiliki peran penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

  1. Melakukan olahraga secara rutin.
  2. Tidur yang cukup juga bagus untuk meningkatkan kekebalan tubuh Anda.
  3. Memperbaiki pola makan agar selalu teratur.
  4. Banyak minum air putih dan mengkonsumsi banyak buah dan sayur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *