Solusi GTM

Solusi GTM

Gejala susah makan yang dialami oleh buah hati Anda merupakan masalah klasik. Meski dianggap wajar, terkadang Anda merasa jengkel apalagi ketika si kecil sampai melakukan aksi GTM. Bagi Anda yang belum tahu, GTM adalah singkatan dari gerakan tutup mulut. Kondisi ini umumnya terjadi pada anak usia 0-3 tahun. Agar Anda semakin teredukasi, berikut adalah penyebab dan solusi GTM.

Penyebab masalah GTM yang dialami si kecil

Penyebab masalah GTM yang dialami si kecil

  1. Usia

Salah satu penyebab utama mengapa anak sampai melakukan aksi GTM ketika Anda memintanya untuk makan adalah karena faktor usia. Biasanya gejala ini akan terjadi pada buah hati Anda yang baru menginjak umur kurang dari 1 tahun. Sebab di usia ini si kecil masih dalam proses belajar mencerna makanan serta beradaptasi dengan pergantian teksturnya.

Usia

Anda tentu sudah mengetahui bahwa sebelumnya anak hanya mengkonsumsi ASI maupun susu formula. Nah, pada tahap usia menuju 1 tahun si kecil akan perlahan beralih untuk menyantap makanan dengan tekstur lebih padat. Peralihan asupan anak dari ASI atau susu formula ke makanan bertekstur padat pasti membutuhkan proses. Salah satu prosesnya ialah gejala GTM pada anak.

  1. Sakit

Alasan lain yang menyebabkan si kecil menunjukan gejala GTM adalah karena Ia sedang mengalami sakit tidak terkecuali tumbuh gigi. Ya, anak yang sedang sakit memang akan cenderung lemas hingga enggan melakukan beberapa aktivitas termasuk makan. Selain itu, pada waktu kesehatan si kecil sedang menurun dirinya juga akan menjadi lebih manja.

Sakit

Nah, gejala GTM yang ditunjukannya merupakan salah satu bentuk dari sikap manjanya. Lantas, bagaimanakah solusi GTM yang bisa Anda terapkan pada buah hati tercinta? Dalam kasus ini, Anda dapat membujuknya untuk makan secara berkala tanpa perlu dipaksa. Misalnya, si kecil seharusnya makan pada jam 12 siang.

Tetapi, dikarenakan nafsu makannya berkurang dan Ia melakukan GTM maka Anda bisa memintanya kembali untuk makan pada jam 12.30 siang. Lakukan cara ini secara terus menerus serta dengan penuh kesebaran tentunya. Namun, bagaimana jika ternyata anak tetap tidak mau makan? Solusi alternatif yang dapat Anda terapkan yaitu dengan memberinya vitamin penambah nafsu makan.

  1. Jam makan yang tidak tepat

Perawatan anak pada usia 0-3 tahun memang harus Anda lakukan secara intensif. Salah satu aspek yang perlu selalu Anda perhatikan adalah pola makan si kecil. Pastikan bahwa anak Anda makan makanan bergizi dan kaya kalori supaya tubuhnya menjadi lebih sehat. Akan tetapi, usaha yang Anda lakukan seringkali menemui hambatan yang berasal dari perilaku buah hati.

Jam makan yang tidak tepat

Contoh perilaku yang kerap ditunjukan oleh si kecil ketika Anda memintanya untuk makan adalah GTM atau gerakan tutup mulut. Sebenarnya, terdapat banyak sekali faktor penyebab timbulnya gejala ini pada anak Anda. Selain karena sakit maupun usianya yang masih dalam tahap perkembangan, perilaku GTM juga bisa disebabkan karena Anda telat memberinya makan.

Oleh sebab itu, agar lebih terorganisir Anda sebaiknya membuat jadwal atau catatan kecil tentang waktu makan si kecil. Dengan demikian, Anda bisa meminimalisir perilaku GTM yang dilakukan anak karena jam makan yang telat. Agar pertumbuhannya lebih maksimal, atur juga kapan waktu yang tepat untuk memberikan suplemen, camilan sehat maupun susu kepada anak.

Solusi GTM yang terjadi pada si kecil

  1. Jangan pernah memaksanya untuk makan

Makan memang penting bagi tumbuh kembang buah hati Anda. Apabila si kecil makan dengan lahap, sebagai orang tua tentu Anda akan merasa begitu bahagia. Sedangkan, jika anak susah makan maka Anda merasakan hal sebaliknya. Ya, Anda pasti merasa sangat khawatir saat anak enggan makan terlebih jika Ia sampai menunjukan gejala GTM.

Jangan pernah memaksanya untuk makan

Perasaaan khawatir yang Anda alami sebenarnya adalah suatu hal yang wajar. Sebab disamping menghambat pertumbuhannya, anak yang susah makan juga lebih rentan terserang penyakit. Walau dapat menghadirkan akibat yang berbahaya, Anda harus tetap bijak dalam menyikapi perilaku GTM si kecil. Sebaiknya, ketika gejala ini terjadi Anda jangan memaksanya untuk makan.

Apalagi jika Anda sampai menakut-nakuti bahkan sampai memarahi si kecil. Tindakan ini tentu saja tidak akan menyelesaikan masalah GTM pada anak Anda. Sebaliknya, buah hati Anda akan semakin enggan untuk menyantap makanan. Jadi, biarpun anak susah makan hingga menunjukan perilaku GTM, Anda harus menyikapinya dengan penuh kesabaran.

  1. Mengenali makanan favoritnya

Biasanya, anak Anda sudah bisa mengenali makanan favoritnya setelah 1-2 minggu menyantapnya. Jadi, Anda pun akan mengetahui apakah si kecil menyukai makanan berasa manis atau sebaliknya gurih dan asin. Apabila selera makanan anak sudah Anda ketahui secara pasti, maka campurkan 75% menu favoritnya.

Mengenali makanan favoritnya

Sementara itu, 25% sisanya bisa Anda tambahkan dengan makanan lainnya yang penting gizi serta kalorinya tercukupi. Kemudian, usahakan juga agar Anda membuat tampilan dari menu makanan terlihat menarik. Sebab anak pada usia 0-3 tahun umumnya sangat terkesan dengan berbagai hal menarik apalagi lucu.

  1. Berikan Gizidat sebagai suplemen tambahan

Perilaku GTM yang dialami oleh anak bisa disebabkan karena nafsu makannya memang kurang. Terdapat beragam cara yang bisa Anda lakukan untuk mengembalikan kembali selera makan buah hati. Satu diantara sekian banyak solusi GTM yang bisa Anda terapkan adalah dengan memberinya asupan tambahan berupa vitamin.

Vitamin Gizidat

Salah satu produk vitamin yang berkhasiat meningkatkan nafsu makan si kecil adalah Gizidat. Gizidat sendiri merupakan produk herbal yang terbuat dari campuran bahan alami bermanfaat. Seperti madu hutan, kurkumin atau temulawak dan ikan sidat. Menurut ilmu kesehatan, ketiga bahan ini dapat bermanfaat baik bagi tahap pertumbuhan anak.

Perlu Anda ketahui bahwa madu hutan merupakan madu yang dihasilkan oleh lebah pembohong liar. Campuran bahan ini di dalam produk Gizidat dipercaya berkhasiat memenuhi kebutuhan nutrisi si kecil. Sementara itu, Anda tentu sudah sangat familiar dengan manfaat kurkumin karena sejak dulu sudah dipercaya berkhasiat meningkatkan nafsu makan.

Harga Yang Terjangkau

Kemudian, Gizidat juga mengandung sari ikan sidat. Nama ikan yang satu ini mungkin kedengaran asing di telinga Anda. Akan tetapi, khasiat dari ikan ini tidak perlu Anda ragukan lagi karena bisa menjadi sumber protein bagi buah hati. Saking berkhasiatnya, beberapa ahli kesehatan sampai berpendapat bahwa kandungan protein ikan sidat lebih tinggi dari ikan salmon.

Keberadaan beragam manfaat Gizidat tersebut tentu saja dapat membantu mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Jadi, bila Anda ingin meningkatkan nafsu makan si kecil sehingga perkembangannya ideal seusai usianya, maka Gizidat bisa diberikan secara rutin. Cara konsumi produk vitamin ini dapat Anda lakukan secara rutin. Misalnya, 3 kali dalam sehari baik sebelum maupun sesudah makan.

Gerakan tutup mulut adalah salah satu pertanda bahwa anak Anda tidak mau makan. Umumnya, perilaku ini dialami oleh anak pada rentang usia 0-3 tahun. Berdasarkan ulasan di atas, dapat Anda ketahui penyebab beserta solusi GTM yang dialami oleh si kecil. Dengan demikian, Anda bisa menerapkan penanganan yang tepat ketika gejala ini terjadi pada buah hati tercinta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *