Tahapan Tumbuh Kembang Anak

Tahapan Tumbuh Kembang Anak

Seiring bertambahnya usia seorang anak, pertumbuhan dan perkembangan juga akan bertambah dari segala aspek. Tumbuh kembang anak bisa dilihat dari dua aspek, yakni tumbuh yang menunjukkan perubahan fisik dan perkembangan yang menunjukkan kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks.

Biasanya tumbuh kembang anak terjadi paling pesat pada usia 0-3 tahun. Pada fase ini, anak juga membutuhkan asupan gizi yang cukup untuk membantu tumbuh kembangnya lebih baik. Dengan melihat kondisi pertumbuhan bayi hingga usia 3 tahun, orang tua bisa lebih memahami apa saja hal yang terjadi dan bisa lebih siap dalam merawat si kecil. Berikut ini adalah tahapan tumbuh kembang anak pada usia 0-3 tahun

Tahapan Tumbuh Kembang Anak

  • Bayi 0-6 Bulan

Ketika bayi lahir tentu respons pertama yang ia lakukan adalah menangis sebagai aksi pertama mengenal lingkungan baru. Berlanjut saat berusia satu bulan, bayi akan lebih suka tidur dan belum bisa membedakan siang dan malam. Ia juga akan selalu menangis ketika merasa lapar. Bayi juga akan memberikan respons alami yakni menggenggam jari ibunya.

Bayi 0-6 Bulan

Memasuki bulan ketiga, bayi sudah bisa mulai memerhatikan dan mendengar suara ibunya, Ia juga sudah bisa melihat lebih jauh dan memberikan respons saat melihat ibunya. Ketika ia mulai mengenali tangannya, ia juga akan memasukkannya ke dalam mulut. Perkembangan yang cepat hingga 6 bulan pertama, si kecil mulai berinteraksi seperti tersenyum atau melambaikan tangan untuk digendong.

  • Bayi 6-12 bulan

Tahapan selanjutnya adalah bayi mulai bisa duduk, merangkak dan bahkan berdiri dengan berpengangan. Memasuki usia 7 bulan, bayi sudah memperlihatkan gigi pertamanya dan pada fase ini ia sudah diperkenalkan makanan padat pengganti ASI (MPASI). Pada usia 8 hingga 9 bulan, bayi sudah bisa menggigit mainan keras, juga mengulangi kata-kata yang diberikan oleh orang tuanya,

Bayi 6-12 bulan

Pada usia 10-11 bulan, bayi mulai menggunakan kemampuan menggenggam. Bahkan bukan hanya menggunakan seluruh tangannya, ia juga sudah bisa menggunakan secara spesifik jarinya, misalnya untuk menunjuk dan menjepit. Si kecil juga sangat suka bermain dengan mainan dengan cara didorong, dan ia sudah menoleh ketika dipanggil namanya.

  • Anak 1-2 tahun

Memasuki tahun pertama, anak biasanya sudah mulai berdiri dan berjalan (jika masih lancar berpegangan dengan benda di sekitarnya). Anak juga akan mulai merasa malu dengan orang asing. Ia memberikan respons menangis ketika ayah dan ibunya pergi. Anak juga sudah bisa mengenali benda melalui sebuah gambar.

Anak 1-2 tahun

Pada fase 18 bulan, anak mulai mengeksplorasi banyak hal, namun ia tetap ingin dekat dengan orang tuanya. Sebagai contoh, anak mulai bermain dengan berpura-pura memberi makan bonekanya. Mereka juga mulai bisa minum sendiri dari cangkir dan makan dengan sendok. Pada usia 2 tahun, anak mulai meniru apa yang ia lihat dan dengar dari orang dewasa.

  • Anak 2-3 Tahun

Selain meniru orang dewasa, pada usia 2 tahun aspek kognitif anak mulai berkembang karena sudah bisa bermain permainan sederhana  seperti bermain lego atau blok. Selain itu, sisi motoric pada anak juga sudah bisa terlihat jauh karena pada fase 2 hingga 3 tahun anak sudah bisa berjalan stabil bahkan berlari.

Anak 2-3 Tahun

Secara psikologis juga bisa terlihat seperti menolak atau senang saat menerima sesuatu. Anak juga sering memperlihatkan gejala tantrum. Tantrum merupakan ledakan emosi yang dirasakan anak-anak yang memiliki masalah dalam emosional. Tantrum pada anak wajar terjadi karena bisa dijadikan pengukur dari kekuatan pengembangan karakter pada anak-anak.

Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak

Setelah mengetahui tahapan tumbuh kembang anak, orang tua juga perlu mengetahui cara mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Usia 0-3 tahun merupakan fase keemasan untuk mengeksplorasi bagi anak anda. Maka, anda juga perlu berperang pada tahap ini sebagai peserta, .pengamat, penyedia makanan, mainan dan pujian gai anak anda.

  1. Komunikasi Efektif dengan Anak Sejak Lahir

Usahakan untuk membangun komunikasi dengan akan sejak ia dilahirkan di dunia. Walaupun bayi yang baru saja lahir belum bisa menanggapi komunikasi dari orang tuanya, komunikasi yang teratur bisa membuat otak bayi terstimulasi untuk berkembang. Orang tua harus teratur melakukan komunikasi dengan bayinya.

Komunikasi Efektif dengan Anak Sejak Lahir

Komunikasi pada bayi tidak sebatas pada obrolan saja, namun bisa juga dengan sentuhan kulit dan ekspresi wajah. Misalnya seperti tersenyum dan tertawa kepada bayi atau dengan mencium dan memegangi tangan bayi. Salah satu naluri bayi yang berusia kurang dari 6 bulan adalah menggenggam jari jemarinya ibunya. Komunikasi yang efektif ini akan membuat perkembangan emosional antara anak dan orang tua berlangsung pesat.

  1. Memenuhi Kebutuhan Gizi Harian

Memenuhi Kebutuhan Gizi Harian

Anda bisa mulai memenuhi kebutuhan gizi anak anda dengan variasi menu sehat saat si kecil diperkenalkan dengan makanan pengganti ASI (MPASI). Pada usia di bawah 3 tahun, anak memang akan belajar tekstur dan rasa makanan yang orang tua berikan. Seiring bertsambahnya usia, maka semakin banyak makanan yang dikenalkan untuk memnuhi kebutuhan gizi si kecil.

  1. Menjaga Daya Tahan Tubuh Si Kecil dari Penyakit

Menjaga Daya Tahan Tubuh Si Kecil dari Penyakit

Alangkah baiknya jika anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik. Sehingga dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya berlangsung maksimal karena tidak gampang sakit. Sebuah penelitian menyebutkan jika tumbuh kembang anak terhenti sesaat saat si kecil mengidap flu. Oleh karena itu, daya tahan tubuh si kecil wajib dijaga dengan cara pemenuhan gizi dan nutrisi yang cukup seperti yang sudah disebutkan di atas.

  1. Membiasakan Anak Olahraga Secara Teratur

Membiasakan Anak Olahraga Secara Teratur

Di samping menjaga daya tahan tubuh, anak juga harus melakukan aktivitas fisik guna memaksimalkan fungsi organ tubuh, Anak-anak yang berolahraga mengalami pertumbuhan tulang dan otot yang maksimal. Selain itu, anak-anak yang berolahraga juga memiliki semangat lebih untuk melakukan aktivitas lainnya. Olahraga secara teratur juga menghindarkan anak dari risiko obesitas anak.

  1. Menggunakan Madu Anak Gizidat

Mengoptimalkan tumbuh kembang anak juga bisa dillakukan dengan konsumsi suplemen atau tambahan makanan yang mendukung tahapan tumbuh kembang anak, seperti madu anak gizidat, Madu anak gizidat cocok diberikan pada anak batita saat fase emas pertumbuhan dan perkembangannya.

Menggunakan Madu Anak Gizidat

Gizidat mengandung ekstrak Ikan Sidat yang kaya protein albumindan akaya akan Omega 3,6, 9, vitamin B dan Zinc.Juga terbuat dari madu hutan asli Indonesia, Madu anak Gizidat berasal dari lebah hutan (Apis Dorsata) yang lebih kaya kandungan nutrisinya daripada lebah ternak (Apis Mellifera). Kandungan temulawak dalam gizidat juga terbukti dapat menambah nafsu makan pada anak.

Selain itu, gizidat juga mengandung probiotik alami yang berguna meningkatkan kemampuan pencernaan anak, sehingga daya serap nutrisi di tubuhnya lebih baik. Konsumsi gizidat secara rutin untuk anak akan mengoptimalkan kecerdasan otak dan pertumbuhan tubuhnya. Gizidat juga dapat menjadikan anak lebih sehat, lincah dan cerdas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *